Penentuan Seismisitas dengan Metode Grid Searching (Studi Kasus Gempabumi Pulung, Kabupaten Ponorogo Februari 2011)

Petrus Demon Sili, Adi Susilo,Sukir Maryanto

Daerah Pulung Kabupaten Ponorogo merupakan daerah yang rawan dari ancaman gempabumi. Pusat Gempa Nasional sejak tahun 1963 mencatat 7 kali kejadian gempabumi, terdapat 1 kali gempabumi merusak dan 2 kali kejadian dengan episentrum di daearah Pulung yaitu pada tahun 1993 dengan kekuatan 3.7 SR dan tahun 1999 dengan kekuatan 5.6 SR. Peristiwa ini tejadi kembali pada bulan Februari 2011 sehingga perlu dilakukan penelitian penentuan seismisitas. Hasil analisis relokasi seismisitas menggunakan metode Grid Searching menunjukan bahwa distribusi lokasi pusat gempabumi bergeser ke arah Timur pada koordinat 7.8122º LS – 7.153º LS dan 111.6360º BT – 111.7303º BT, kedalaman pusat gempabumi bervariasi H = 0.532 km – 7.250 km, dan kekuatan gempabumi atau Magnitudo M = 1.4 SR – 2.0 SR. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo dan masyarakat di daerah Pulung untuk melakukan upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bencana gempabumi.

Kata kunci: Gempabumi, Episentrum, Seismisitas, Pulung.

Link: http://natural-b.ub.ac.id/index.php/natural-b/article/view/197


Sebaran Mataair Panas Blawan-Ijen Berdasarkan Data Geolistrik Resistivitas

Ika Karlina, Sukir Maryanto, Arif Rachmansyah

Geothermal energy is a source of heat that occurs naturally in the subsurface. One of the geothermal potential in East Java is in the Blawan that known as geothermal Blawan – Ijen. To find a geothermal potential of an area we have to do some research on subsurface conditions. Research using geoelectric resistivity method has been performed to estimate the distribution of hot springs. The study, conducted in May 2013 showed that there are 21 hot springs manifestations in Blawan – Ijen. Each of these hot springs have a temperature less than 50 °C. Data of geoelectric resistivity divided into 3 parts, resistivity values less than 40 ohm.meter indicated by the color blue , the color green for the resistivity value between 40-1280 ohm.meter and the color orange for values more than 1280 ohm.meter. Geothermal distribution that contained in Blawan is diffused follow existing fracture. Direction of hot springs are heading to the Northeast that following the river flow. The heat carrier layer is permeable layer that have resistivity values less than 40 ohm.meter.

Link: http://natural-b.ub.ac.id/index.php/natural-b/article/view/222


Pengembangan Array sensor Suhu dan Sistem Akusisi Data Berbasis Mikrokontroler untuk Pengukuran Suhu Bawah Permukaan

Verna Albert Suoth, Didik R. Santoso, Sukir Maryanto
Dalam penelitian ini dikembangkan sebuah sistem akusisi data untuk survei panas bumi. Untuk menghasilkan sistem instrumentasi yang mampu mengukur dan memonitor distribusi suhu bawah permukaan diperlukan sistem akusisi data yang murah dan efesien. Sistem dibangun berbasis jaringan sistem terdistribusi dengan topologi field-bus, menggunakan arsitektur single-master multi-slave. Master merupakan unit pengendali, dibangun berbasiskan sebuah PC yang dilengkapi dengan antarmuka RS-485. Slave merupakan unit sensing, tiap-tiap unit slave dibangun dengan mengintegrasikan sistem array sensor LM35 dengan sistem akuisisi data berbasis mikrokontroler menggunakan AVR ATmega8. Pengolahan data dari hasil pengukuran suhu ini menggunakan satu set komputer dengan perangkat lunak microsoft excel 2010 untuk menghasilkan grafik pada titik pengukuran. Hasil implementasi dari monitoring suhu ini akan mengambarkan distribusi suhu bawah permukaan tanah.

Link: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmuo/article/view/1038


ANALISIS NON LINIER TREMOR VULKANIK GUNUNGAPI RAUNG JAWA TIMUR–INDONESIA

Arin Wildani, Sukir Maryanto, Hendra Gunawan, Hetty Triastuty, Muhammad Hendrasto

Penelitian mengenai aktifitas tremor vulkanik gunung Raung yang terekam pada bulan Oktober 2012 telah dilakukan. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data tremor vulkanik yang terekam pada tanggal 17 Oktober sampai 16 November 2012. Penelitian dimulai dengan seleksi event tremor vulkanik yang jelas. Selanjutnya dilakukan rekonstruksi diagram attraktor dari tremor vulkanik gunung Raung dengan menggunakan teorema delay embedding. Delay time untuk merekonstruksi diagram attraktor ditentukan dengan menggunakan Metode Mutual Information (MI) dan didapatkan delay time tremor vulkanik gunung Raung dalam range 0,08 s – 0,09s. Dimensi embedding ditentukan dengan menggunakan metode False Nearest Neighbour (FNN) dan didapatkan dimensi embedding tremor vulkanik gunung Raung dalam range 4-5. Dengan menggunakan delay time dan dimensi embedding yang didapatkan maka diagram attraktor dapat direkonstruksi. Dimensi fraktal dihitung dengan menggunakan metode dimensi korelasi dan didapatkan nilai dimensi fraktal tremor vulkanik gunung Raung berkisar 2,91 – 3,35. Nilai Lyapunov exponent tremor vulkanik gunung Raung didapatkan berkisar 0,016 – 0,030. Berdasarkan dimensi fraktal dan Lyapunov exponent tremor vulkanik gunungapi Raung bersifat kaotik.

Link: https://www.researchgate.net/publication/284140513_ANALISIS_NON_LINIER_TREMOR_VULKANIK_GUNUNGAPI_RAUNG_JAWA_TIMUR-INDONESIA


IDENTIFIKASI RESERVOAR DAERAH PANASBUMI DENGAN METODE GEOMAGNETIK DAERAH BLAWAN KECAMATAN SEMPOL KABUPATEN BONDOWOSO
Afandi, Akhmad., Maryanto, Sukir., Rachmansyah, Arief

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi reservoar panasbumi dengan metode geomagnetik daerah Blawan Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan alat Proton Precision Magnetometer (PPM-856), Global Positioning System (GPS) dan termometer. Luas area penelitian 1100 meter dan 650 meter dengan menggunakan spasi 50 meter. Pengolahan data menggunakan koreksi IGRF, diurnal, pengangkatan ke atas dan reduksi ke kutub yang berguna untuk memudahkan interpretasi. Nilai kontur anomali lokal sekitar -800 nT sampai 960 nT. Pemodelan 2 dimensi menggunakan metode talwani menghasilkan pola distribusi manifestasi panasbumi berasal dari Pegunungan Kendeng yang mengalir ke Blawan melalui celah atau patahan. Reservoar panasbumi belawan terjadi akibat adanya intrusi batuan gunungapi sehingga pada daerah tersebut memiliki nilai suseptibilitas yang rendah dan suhunya sangat panas. Potensi lokasi reservoar berada di penampang A-B pada kedalaman 889 meter dan D-E pada kedalaman 905 meter. Pemodelan 3 dimensi menghasilkan volume sebesar 133.16 juta m3, suhu reservoar 70.2oC dan rapat daya spekulatif 10 MW/km2 serta konversi energi 10%.

Link: https://www.researchgate.net/publication/284067261_IDENTIFIKASI_RESERVOAR_DAERAH_PANASBUMI_DENGAN_METODE_GEOMAGNETIK_DAERAH_BLAWAN_KECAMATAN_SEMPOL_KA16BUPATEN_BONDOWOSO


Analisis Sinyal Seismik Untuk Mengetahui Proses Internal Gunung Ijen Jawa Timur

Akhmad Jufriadi, Sukir Maryanto, Adi Susilo, Heri Purwanto, Muhammad Hendrasto

Aktivitas Gunung Ijen pada bulan Desember 2011 sampai dengan Maret 2012 menarik untuk dikaji karena aktivitas selama bulan tersebut mengalami perubahan status dari kondisi normal menjadi waspada kemudian meningkat menjadi siaga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik gempa vulkanik (tipe A dan tipe B) dan tremor harmonik serta melakukan identifikasi kantong magma dan proses internal Gunung Ijen terkait dengan seismisitasnya. Analisa data dilakukan pada data rekaman sesimik dari gempa vulkanik (tipe A dan tipe B) dan tremor harmonik yang didapatkan dari 3 stasiun seismik yaitu Ijen (Ijen), Terowongan Ijen (TRWI) dan Kawah Utara Ijen (KWUI). Sinyal diseleksi berdasarkan waveform dan dianalisis spektralnya untuk mendapatkan kandungan frekuensinya. Analisis hiposenter dilakukan untuk mengetahui kedalaman gempa-gempa vulkanik yang digunakan sebagai dasar identifikasi kantong magma dan proses internal Gunung Ijen. Berdasarkan analisa terhadap data rekaman sinyal seismik didapatkan karakteristik gempa vulkanik dalam (VA) memiliki ciri sinyal dengan amplitude berkisar 5–46 mm, lama gempa berkisar 6–45 detik, kandungan frekuensi berkisar 3,4 Hz dan kedalaman sumber gempa berkisar 2.500 – 4.000 meter dibawah Kawah Ijen. Gempa Vulkanik Dangkal (VB) memiliki ciri sinyal dengan amplitude berkisar 3–46 mm, lama gempa berkisar 5–25 detik, kandungan frekuensi berkisar 2,6 Hz dan kedalaman sumber gempa berkisar 0 – 2.500 meter dibawah Kawah Ijen. Untuk Tremor vulkanik kandungan frekuensinya berkisar 0,83 Hz, amplitude berkisar 0,5 – 45 mm dan sumber berada di bawah kawah. Aktivitas Gempa Vulkanik Gunung Ijen mengalami peningkatan tinggi ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan gempa vulkanik dangkal (VB) diikuti oleh tremor harmonik serta peningkatan energi gempa vulkanik yang terkai dengan proses internal yang merupakan proses pergerakan magma dari dalam bumi menuju permukaan disebabkan oleh adanya kegiatan tektonik disekitar gunung yang menyebabkan adanya suplai magma dari kantong magma dalam yang diperkirakan berada pada kedalaman lebih dari 4000 meter dibawah permukaan laut.

Link: https://doaj.org/article/5a4995c296d04f80800b366bd2597ad0


STUDI POTENSI ENERGI GEOTHERMAL BLAWANIJEN, JAWA TIMUR BERDASARKAN METODE GRAVITY

Raehanayati, Arief Rachmansyah dan Sukir Maryanto

Penelitian ini merupakan studi awal untuk menentukan daerah yang memiliki potensi panasbumi berdasarkan pengukuran gayaberat di Blawan-Ijen, Jawa Timur. Pengukuran data primer dilakukan dengan menggunakan Gravitimeter LaCoste & Romberg tipe G-1053. Data anomali Bouger dari hasil perhitungan koreksi-koreksi metode gayaberat kemudian dibawa ke bidang datar selanjutnya dilakukan pemisahan anomali regional dan anomali sisa dengan menggunakan metode kontinuasi ke atas. Hasil interpretasi terhadap anomali sisa yang dilakukan pada tiga penampang adalah penampang A-A’ nilai densitasnya yaitu: ρ1=2.58 gr/cm3, ρ2=2.80 gr/cm3, ρ3=2.67 gr/cm3, dan ρ4=2.69 gr/cm3, sedangkan untuk penampang B-B’ nilai densitasnya adalah ρ1=2.58 gr/cm3, ρ2=2.82 gr/cm3 , ρ3=2.67 gr/cm3 , dan untuk penampang C-C’ nilai densitasnya yaitu ρ1=2.585 gr/cm3 , ρ2=2.82 gr/cm3 , ρ3=2.67
gr/cm3 dan ρ4=2.684 gr/cm3. Dari hasil pemodelan 2D dan 3D dapat terlihat bahwa pada daerah yang memiliki manifestasi air panas didominasi oleh batuan ρ1 karena memiliki nilai densitas paling rendah yang berada pada daerah Blawan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa reservoir panasbumi daerah Blawan-Ijen didominasi oleh batuan yang memiliki porositas tinggi (densitas rendah) dan tingkat permeabilitasnya tinggi dengan jumlah volume sebesar 101.20 juta m3.

Kata Kunci: Geothermal, Gravity, dan Blawan-Ijen

Link: https://www.researchgate.net/publication/285101910_STUDI_POTENSI_ENERGI_GEOTHERMAL_BLAWAN-_IJEN_JAWA_TIMUR_BERDASARKAN_METODE_GRAVITY