Integrasi Pengembangan Techno Park dan Mitigasi Bencana Daerah Volcano Hosted Geothermal Berbasis Metode Seismik

Sukir Maryanto

The integration concept of Technopark development and hazard mitigation has been carried out in Volcano Hosted Geothermal area using Seismic method. The goal of this research was to identified the distribution of microearthquake epicenter and hypocenter and Peak Ground Acceleration (PGA) value which were determined by using particle motion analysis and Kanai method. Data acquisition was conducted at Techno Park development site and Volcano-Geothermal Observatorium Cangar using seismograph TDL-303S and also homemade seismometer based on MEMS. The result of this research, We got the microearthquake epicenter distribution around Cangar hotsprings (hypocenter 4-140 meters) and around Welirang crater (hypocenter 985-2152 meters) associated with faults. PGA value in Cangar ranged from 11.23 gal to 21.8 gal. The range of those values indicated the level of risk due to tectonic earthquakes in the research area categorizes as a safe area, so it can be used to monitoring Arjuno-Welirang activities.

Keywords: Techno Park, Volcano Hosted Geothermal, Hazard Mitigation, Seismic

Link: http://journal2.um.ac.id/index.php/jpse/article/view/2639/2173


Identifikasi Air Tanah Daerah Agro Techno Park Batu Jawa Timur berdasarkan Metode Geolistrik Resistivitas

Siti Ainur Rohmah, Sukir Maryanto, Adi Susilo
Identifikasi air tanah telah dilakukan di daerah Agrotecno park Cangar dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Akuisisi data dilakukan menggunakan konfigurasi mapping dipole- dipole sebanyak 11 line yang terbagi menjadi 2 wilayah. Inversi dilakukan terhadap data hasil akuisisi menggunakan software Res2dinv. Inversi data menghasilkan distribusi nilai resistivitas terhadap kedalaman penetrasi secara lateral struktur bawah permukaan yang disajikan dalam bentuk 2D dan 3D. Berdasarkan hasil inversi data diketahui bahwa lapisan bawah permukaan  daerah penelitian memiliki resistivitas bernilai tinggi. Wilayah  1 (line AL01-AL05) memiliki resistivitas rendah yaitu  antara 100-500 Ohm.m. berada pada kedalaman 5 meter di bawah permukaan tanah. Lapisan tersebut  diduga sebagai lapisan yang mengandung air sehingga dapat diketahui bahwa wilayah 1 memiliki potensi air tanah yang rendah. Sedangkan pada  wilayah 2 (AL06-AL11) lapisan bawah pemukaan didominasi oleh  lapisan yang memiliki resistivitas tinggi yaitu >1000 Ohm.m. nilai tersebut menunjukan bahwa wilayah ini tidak memiliki potensi air tanah.

Kata kunci: Groundwater, resistivity, agrotechnopark