Field Work of Physical Volcanology

Riset Grup Bravo GRC mengadakan kegiatan Field Work of Physical Volcanology pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018. Kegiatan Field Work ini bertujuan guna meningkatkan dan menguatkan penelitian dan kapasitas pembelajaran dalam monitoring dan eksplorasi gunung api melalui observasi di lapangan, diskusi, dan interaksi dengan beberapa pakar, baik pakar instrumentasi monitoring gunungapi serta pakar gunungapi. Lokasi yang dikunjungi pada kegiatan ini adalah di Pusat Penelitian Volcano Geothermal, Agro Techno Park, Cangar, Kota Batu.

Gambar 1. Tim Riset Grup Bravo GRC

Hal yang mendasari diadakannya kegiatan ini adalah karena kegiatan monitoring gunung api, khususnya Gunung Arjuno-Welirang yang berada di kompleks Agro Techno Park selama ini dinilai masih sangat rendah. Bahkan piranti monitoring gunung api saja masih menggunakan teknologi tahun 70-an dengan kondisi minimal. Kegiatan field work ini nantinya diharapkan dapat digunakan untuk pendidikan kesiapsiagaan bencana serta edukasi terkait pengetahuan vulkano geothermal.

Pada kegiatan field work ini, tim Riset Grup Bravo GRC melakukan uji coba penginstalan alat yang telah dirancang sebelumnya oleh anggota Riset Grup BRAVO GRC yaitu, prototype seismometer 5 komponen, didasari dari MEMS Accelerometer yang  dapat bekerja stand-alone. Instrumen tersebut saat ini sedang diusulkan ke HAKI agar mendapatkan hak paten. Penginstaan alat ini dilakukan tidak jauh dari laboratorium Volcano Geothermal. MEMS (Micro-electro Mechanical System) adalah merupakan sebuah sensor mekanik yang dikemas ke dalam bentuk Integrated Circuit (IC). Karena merupakan sebuah microelectronic maka komponen utama penyusunnya adalah silicon dan dalam ukuran Micron. Sensor ini biasa digunakan untuk mengukur percepatan, posisi, getaran atau kejutan, seperti terjadinya gempa.

Gambar 2. Instrumen monitoring gunungapi yang digunakan dalam kegiatan field work

Gambar 3. Proses uji coba instalasi instrumen monitoring gunungapi di lokasi penelitian

Kegiatan uji coba penginstalan instrumen ini nantinya diharapkan dapat merekam gempa yang terjadi di Gunung Arjuno-Welirang. Gunung Arjuno dan Welirang, menurut Sukir Maryanto, Ph.D selaku ketua Riset Grup Bravo GRC, merupakan gunung tipe B yakni gunung yang diketahui pernah mengalami erupsi atau letusan dan belum tercatat kembali terjadinya letusan sejak tahun 1600-an, namun tipe gunungapi ini masih memperlihatkan gejala aktifitas vulkanik.

Gambar 4. Hasil uji coba rekaman yang dihasilkan oleh instrumen yang terpasang 

Dari hasil uji coba, instrumen ini memang masih memiliki kekurangan. Dalam waktu dekat, anggota beserta tim Riset Grup Bravo GRC akan segera melakukan perbaikan sehingga nantinya hasil uji coba yang selanjutnya akan lebih baik dan Riset Grup Bravo GRC dapat segera menggunakan alat tersebut untuk mendapatkan rekaman aktivitas seismik dan vulkanik Gunung Arjuno-Welirang sehingga dapat digunakan dalam rangka kegiatan monitoring gunungapi tersebut.